Sebenarnya agak aneh sih
dengernya, tapi kalimat itu pastinya mempunyai sebuah arti apalagi kalimat itu
terucap dari dosen keramatku. Kalau bertanya pendapatku tentang arti kalimat
itu, mmm…? Ada pro dan kontranya sih.
Aku pikir kenapa sih kalimat itu terucap ? padahal menurut aku tak salah menikah dengan orang yang kita cintai, apalagi kalau orang itu juga mencintai kita. Bukankah pernikahan itu akan terasa lebih indah jikalau kita bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Membayangkannya saja aku sudah senyum2 sendiri.
Aku pikir kenapa sih kalimat itu terucap ? padahal menurut aku tak salah menikah dengan orang yang kita cintai, apalagi kalau orang itu juga mencintai kita. Bukankah pernikahan itu akan terasa lebih indah jikalau kita bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Membayangkannya saja aku sudah senyum2 sendiri.
Tapi bagaimana jika kita menikah
dengan orang yang kita cintai tapi orang itu tidak punya perasaan yang sama
dengan kita? Mm……. menurutku itu adalah pernikahan yang menyedihkan, tapi jika
kita memang mencintai dia harusnya kita harus berjuang untuk mendapatkan
cintanya. Tapi, (banyak tapinya) jika kita sudah berjuang mati-matian untuk
dapatkan cintanya, kita harus sadar diri kalau ada kalanya cinta itu tak
harus memiliki.
Ada yang bilang cinta itu adalah
sebuah pengorbanan ,belum bisa di katakan cinta jika kita tidak bisa berkorban,
sekecil apapun pengorbanan itu atau sebaliknya.
Ada yang bilang kalau level
tertinggi dari cinta itu adalah kita bahagia saat kita melihat orang yang kita
cintai itu bahagia dengan orang yang dia cintai meski orang tersebut bukanlah
kita. Tapi ada juga yang bilang kalau kalimat omong kosong terbesar itu adalah
kalimat barusan.
Menurutku benar juga sih, mungkin
itu adalah level tertinggi dari sebuah cinta, tapi meski demikian pasti akan
pernah terlintas di dalam benak kita, sebuah rasa SAKIT. Rasa sakit yang bahkan
mungkin kamu sendiri tak bisa menyembuhkannya.
Oke, balik lagi ke judul
pembahasan. “Jangan menikah dengan orang yang kita cintai”, kenapa kalimat itu
bisa muncul? Aku punya pemikiranku sendiri, menurutku ada benarnya juga,
kenapa? Balik lagi ke ulasan aku di paragraph ke-3, menurutku jangan menikah
dengan orang yang kita cintai karena belum tentu dia juga mencintai kita. Jadi
menikahlah dengan orang mencintai kita Karena orang yang mencintai kita akan
berjuang demi kita, demi kebahagiaan kita.
Hehehehe ngomong ini itu jadi
bingung sendiri, jika ada kalimat “jangan menikah dengan orang yang kita
cintai” trus muncul kalimat “menikahlah dengan orang yang mencintai kita” trus
bagaimana dengan nasib orang yang mencintai kita jika suatu saat nanti dia
sadar kalau sebenarnya dia mengalami yang namanya “cinta tak harus memiliki?”
Hmm…….. berhenti ngoceh aja deh, nunggu jawaban dari dosenku saja. Capek!! Udah
malem pula. Jadi buang-buang waktu buat ngerjain tugas-tugas kuliah. (curhat
dikit)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar