Jumat, 01 Januari 2016

Jangan menikah dengan orang yang kita cintai

“Jangan menikah dengan orang kita cintai”
Sebenarnya agak aneh sih dengernya, tapi kalimat itu pastinya mempunyai sebuah arti apalagi kalimat itu terucap dari dosen keramatku. Kalau bertanya pendapatku tentang arti kalimat itu, mmm…? Ada pro dan kontranya sih.
                Aku pikir kenapa sih kalimat itu terucap ? padahal menurut aku tak salah menikah dengan orang yang kita cintai, apalagi kalau orang itu juga mencintai kita. Bukankah pernikahan itu akan terasa lebih indah jikalau kita bisa menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Membayangkannya saja aku sudah senyum2 sendiri.
Tapi bagaimana jika kita menikah dengan orang yang kita cintai tapi orang itu tidak punya perasaan yang sama dengan kita? Mm……. menurutku itu adalah pernikahan yang menyedihkan, tapi jika kita memang mencintai dia harusnya kita harus berjuang untuk mendapatkan cintanya. Tapi, (banyak tapinya) jika kita sudah berjuang mati-matian untuk dapatkan cintanya, kita harus sadar diri kalau ada kalanya cinta itu tak harus memiliki.  
Ada yang bilang cinta itu adalah sebuah pengorbanan ,belum bisa di katakan cinta jika kita tidak bisa berkorban, sekecil apapun pengorbanan itu atau sebaliknya.
Ada yang bilang kalau level tertinggi dari cinta itu adalah kita bahagia saat kita melihat orang yang kita cintai itu bahagia dengan orang yang dia cintai meski orang tersebut bukanlah kita. Tapi ada juga yang bilang kalau kalimat omong kosong terbesar itu adalah kalimat barusan.
Menurutku benar juga sih, mungkin itu adalah level tertinggi dari sebuah cinta, tapi meski demikian pasti akan pernah terlintas di dalam benak kita, sebuah rasa SAKIT. Rasa sakit yang bahkan mungkin kamu sendiri tak bisa menyembuhkannya.
Oke, balik lagi ke judul pembahasan. “Jangan menikah dengan orang yang kita cintai”, kenapa kalimat itu bisa muncul? Aku punya pemikiranku sendiri, menurutku ada benarnya juga, kenapa? Balik lagi ke ulasan aku di paragraph ke-3, menurutku jangan menikah dengan orang yang kita cintai karena belum tentu dia juga mencintai kita. Jadi menikahlah dengan orang mencintai kita Karena orang yang mencintai kita akan berjuang demi kita, demi kebahagiaan kita.

Hehehehe ngomong ini itu jadi bingung sendiri, jika ada kalimat “jangan menikah dengan orang yang kita cintai” trus muncul kalimat “menikahlah dengan orang yang mencintai kita” trus bagaimana dengan nasib orang yang mencintai kita jika suatu saat nanti dia sadar kalau sebenarnya dia mengalami yang namanya “cinta tak harus memiliki?” Hmm…….. berhenti ngoceh aja deh, nunggu jawaban dari dosenku saja. Capek!! Udah malem pula. Jadi buang-buang waktu buat ngerjain tugas-tugas kuliah. (curhat dikit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar